Daftar Artikel Di Blog

Jumat, 19 April 2013

Pembunuh Paling Sadis di Dunia

Pee wee Gaskins.  yow mendengar kata ini pasti anda berpikir pada suatu band indie  beraliran powerpop. Tapi tahukah anda bahwa nama pee wee gaskins diambil  dari nama seorang pembunuh tersadis sepanjang masa??
http://www.didunia.net/
Pembunuh Paling di Dunia
Donald henry pee wee gaskins. lahir  pada 13 maret 1933 di desa florent. carolina selatan . dia menghabiskan  masa kecil nya di sekolah perbaikan. saat dewasa Gaskins yang bertubuh  kecil sering menjadi korban penyiksaan di penjara.

pada  masa muda gaskins adalah seorang yang miskin dan kriminal. sering  melakukan pencurian dan kejahatan lainnya sampai ia membunuh.

PEMBUNUHAN PERTAMA
http://www.didunia.net/

Gaskins melakukan  pembunuhan pertamanya saat dia pertama masuk penjara pada 1953 , ketika  dia menebas tenggorokan seseorang yang bernama Hazel Brazell. Gaskins  mengakui dia melakukan pembunuhan ini agar dia mendapat nama diantara  temannya sesama kriminal. dia pun dihukum selama 3 tahun untuk  pembunuhan itu. Gaskins kabur dari penjara setelah dia bersembunyi di  belakang truk dan kabur ke florida. dimana dia menjadi pegawai  perjalanan karnaval. namun dia kembali ditangkap, dan dibebaskan pada  Agustus 1961.

PENANGKAPAN KEDUA DAN PEMBUNUHAN SELANJUTNYA
setelah  dibebaskan dia menikah. 2 tahun sejak kebebasannya dia memperkosa gadis  berumur 12 tahun. dia pun ditangkap lagi di georgia selama 8 tahun.  gaskins dibebaskan pada november 1968. saat itu dia pindah ke kota  sumter dan bekerja sebagai kuli bangunan. pada september 1969 dia  memulai lagi aksinya. dan melakukan renteean pembunuhan yang diasebut  sebagai COASTAL KILL

Pada  november 1970 gaskins melakukan pembunuhan serius pertamanya: orang  yang dikenalnya dibunuh untuk alasan personal. korban pertamanya adalah  sepupunya, dan temannya. dan banyak yang dibunuh nya dalam serius kill  ini karena mereka telah menghina gaskins, melecehkan , atau meng  blackmail gaskins.ridak seperti coastal kill. gaskins membunuh korbannya  dalam serius murder ini dengan sederhana seperti ditembak.

PENANGKAPAN TERAKHIR
Gaskins  ditangkap pada 14 november 1975, ketika seorang asosiasi kriminal  bernama Walter Neeley yang bersaksi pada polisi bahwa Gaskins telah  membunuh 2 anak muda. neeley mengaku pada Polisi bahwa gaskins  menceritakan nya bahwa dia membunuh beberapa orang dalam daftar orang  hilang selama 5 tahun terakhir. dan memberitahunya dimana mereka di  kubur. pada desember 1975, polisi membimbing nya pada tempat dimana dia  mengubur korbannya. dimana polisi menemukan 8 mayat.

PENAHANAN
Gaskins  sedang dalam masa uji coba terhadap 8 dakwaan pembunuhannya pada 24 mei  1976. ditemukan bersalah pada 28 mei dan menerima hukuman mati. yang  kemudian diubah dengan penjara seumur hidup.

pada  12 september 1982 dia melakukan pembunuhan lagi sejak dia menyandang  sebutan "orang tersadis di amerika" ketika sedang di penjara dalam  pengawasan tinggi. dai pun melakukan pembantaian di penjara itu.

Gaskins  disewa untuk membunuh oleh Tony Cimo, anak dari Myrtyle Moon. Gaskins  ditugaskan untuk membunuh Rudolph Tyner. Gaskins memberi Tyner radio  agar bisa berkomunikasi sesama tahanan (di dalam radio itu terdapat bom  C4). Lalu gaskins menyuruhnya untuk mendekatkan radio itu ke telinga  Tyner, Tyner pun menuruti dan Gaskins langsung menekan pelatuk bom itu.  Dan Gaskins pun membunuhnya.

PENGAKUAN TERAKHIR
Pada  saat menjelang akhir, Gaskins menceritakan kisah hidupnya pada wartawan  bernama Wilton Earlie. Gaskins mengaku telah MELAKUKAN 100 - 110  PEMBUNUHAN. salah satu korbannya bahkan seorang anak senat. didalam  biografi nya yg berjudul "Final Truth" gaskins menulis bahwa dia punya  pikiran spesial yang mengijinkannya membunuh.

EKSEKUSI
Pada  6 september 1991 gaskins dieksekusi dengan kursi listrik. dan kata kata  terakhir nya adalah " aku mengijinkan pengacara ku berbicara dengan ku.  aku siap untuk pergi "
 
 
Share this article on :
Title: Pembunuh Paling Sadis di Dunia; Written by Qiu-San; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar